5 Cara Mempersiapkan Anak untuk Menstruasi Pertamanya di Sekolah
D
Dwi Lestari Suryaningrum
Saya adalah wali kelas 6 Sumayyah, yang memang di sekolah kami siswa laki-laki dan Perempuan dipisah, sebagai guru kelas 6 perempuan di sebuah sekolah berbasis Islam Terpadu, saya mempunyai tanggung jawab mendampingi dan memberikan sedikit bekal tentang bagaimana siswi kelas 6 menghadapi perubahan baik sikap maupun fisik ananda di awal menstruasi mereka.
Penting bagi guru sebagai orang tua mereka di sekolah untuk membantu anak mempersiapkan dirinya untuk menghadapi menstruasi pertamanya. Mulai dari menjelaskan proses siklus bulanan tersebut secara terbuka, cara bersuci, ibadah apa saja yang boleh dikerjakan dan yang tidak boleh dikerjakan, hingga mengajarkan cara menjaga kebersihan organ reproduksi.
Menstruasi pertama pada anak perempuan biasanya terjadi pada usia sekitar 12 tahun. Walaupun ada sebagian kecil kurang dari usia tersebut. Sebagai guru, penting untuk membantu anak didiknya memahami apa itu menstruasi agar ia siap menyambut siklus bulanan tersebut untuk pertama kalinya. Dalam Alqur’an Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman: "Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang haid, Katakanlah: 'Haid itu adalah suatu kotoran.' Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222).
Berikut ada beberapa tips mempersiapkan anak perempuan untuk menstruasi pertama di sekolah:
Topik mengenai menstruasi jangan dibahas sekaligus dalam satu waktu, tapi jelaskanlah pada siswa perempuan secara bertahap. Guru mungkin bisa memanfaatkan waktu-waktu santai untuk mengajak anak membicarakan mengenai topik tersebut.
Berikut tips mempersiapkan anak perempuan untuk menstruasi pertama:
1. Persiapkan diri dengan pemahaman yang benar tentang menstruasi
Pertama-tama, guru harus menjelaskannya pada anak dengan benar hal-hal yang mendasar, fakta-fakta yang harus diketahui, dan mitos-mitos yang selama ini dianggap benar di masyarakat. Contohya wanita yang sedang haid dilarang keras untuk mengerjakan ibadah tertentu seperti sholat dan puasa. Tidak wajib mengqada sholat: Berdasarkan hadis dari Mu'adzah, ia pernah bertanya kepada Aisyah RA, "Kenapa wanita haid mengqada puasa dan tidak mengqada sholat?" Aisyah menjawab, "Kami dahulu mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqada puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqada sholat." (HR. Muslim).
Wajib mengqada puasa: Hal ini juga ditegaskan oleh sabda Aisyah Radiyallahu Anha, "Kami dahulu diperintahkan untuk mengqada puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqada sholat." (HR. Bukhari dan Muslim).
Contoh mitos yang harus diluruskan adalah, larangan mencuci rambut atau keramas ketika menstruasi, karena bisa menyebabkan menstruasi tidak kancar, faktanya ketika menstruasi ini kulit kepala akan lebih berminyak, maka dianjurkan untuk membersihkannya. Keramas sama sekali tidak menyumbat pori-pori atau pembuluh darah, justru dianjurkan untuk tetap menjaga kebersihan tubuh.
2. Jujur, terbuka, dan positif
Saat menjelaskan menstruasi pada anak perempuan, diperlukan sikap terbuka, jujur, dan positif untuk membuat anak siap menghadapi perubahan tubuh di masa pubertas. Jangan ada yang ditutupi karena menganggapnya tabu. Bila anak bertanya lebih jauh, seperti tentang proses kehamilan, dan lain-lain, guru juga perlu menjelaskannya dengan terbuka. Penting juga untuk menjelaskan bahwa dengan terjadinya menstruasi dan perubahan tubuh, seperti tubuhnya akan mengalami lonjakan hormon yang memicu berbagai perubahan fisik dan seksual. Perubahan ini meliputi pertumbuhan payudara, pinggul yang melebar, pertumbuhan rambut di area tertentu, percepatan tinggi badan, serta kulit dan rambut yang menjadi lebih berminyak. Itu artinya ia memiliki tubuh yang sehat, normal, yang bekerja dengan baik.
3. Hal yang perlu anak ketahui mengenai menstruasi
Tunjukkan pada anak gambar atau video pembelajaran di mana ovarium, rahim, dan vaginanya berada. Jelaskan bagaimana anak perempuan dilahirkan dengan dua indung telur yang berisi ribuan sel telur, dan setiap bulan ovarium melepaskan sel telur yang berjalan ke bawah dan “menggantung” di dalam rahim.
Jika sel telur tidak dibuahi, maka sel telur dan lapisan rahim dikeluarkan melalui vagina dalam bentuk darah. Jelaskan padanya bahwa darah yang keluar bisa berwarna merah cerah, merah muda, atau cokelat, dan meskipun mungkin terlihat banyak, jumlahnya hanya sekitar 3-5 sendok makan.
guru juga bisa menjelaskan bahwa menstruasi biasanya datang setiap 28 hari, tetapi juga bisa terjadi antara 21-35 hari, dan biasanya berlangsung sekitar 3-7 hari. Jelaskan juga bahwa aliran darah terberat adalah selama 1-3 hari pertama, dan menjadi berkurang menjelang akhir.
Ingat, ketika ananda mendapatkan menstruasi pertama, ia mungkin tidak mengalaminya setiap bulan. Katakanlah bahwa ini bisa menjadi normal, dan siklus menstruasinya mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan agar teratur.
4. Semangati anak
Beritahu ananda bahwa saat menstruasi, ia tetap bisa menjalani aktivitasnya seperti biasa. Meskipun mungkin akan muncul rasa kram dan nyeri sebelum atau saat hari pertama menstruasi, tapi hal itu normal dan tidak akan terjadi berlangsung lama. Beritahu juga pada anak agar tidak perlu takut dengan darah yang keluar dari tubuhnya. Selain itu guru juga bisa menyemangati Ananda untuk selalu beribadah, walaupun sedang menstruasi, seperti dzikir pagi dan petang, sedekah, membaca alqur’an tanpa memegang mushaf, dan lain sebagainya.
5. Ajarkan anak bagaimana penanganan saat menstruasi terjadi
Ajarkan tentang cara menggunakan dan mengganti pembalut. Ajarkan pula cara mengatasi bila darah menstruasi tembus ke rok seragam sekolah. Untuk itu, perlu disampaikan agar siswi selalu membawa pembalut ekstra, celana dalam ganti dan seragam cadangan saat periode menstruasi sedang berlangsung. Pastikan ananda selalu membawa kantong plastik untuk menyimpan pakaian kotornya. Diawal-awal, hal ini akan dipenuhi dengan kejutan, tapi seiring dengan waktu, ananda akan mulai terbiasa.
Kategori:
Pendidikan
Diskusi
A
Anisa fitri
1 bulan yang lalu
Jujur itu indah
U
Ummu Aghniya
1 bulan yang lalu
Maasyaa Allah, syukron ustadzah, memiliki anak perempuan wawasan ini sangat bermanfaat, baarakallahu fiik